Catatan shalat (2) (Success story) Tiddit tiddit tiddit suara wekker yang mereka nyalakan berbunyi tepat di jam 14.30. Konon katanya dua anak ini mau lebih cepat kemesjid dan bangun bobo siang lebih awal biar bisa main dulu๐๐ Teori dan kenyataan memang seringkali gak sesuai, realitanya tetap saja bangun mepet ke adzan๐๐ Umi: Naak ayo bangun, bentar lagi adzan, ayo nak kita jalan kaki aja, soalnya hujan nih, kita gak punya mantel hujan, Auf: ya mi, hossh hosshhh dua anak buru buru nyari baju shalat dan tas ngaji buat ke mesjid. Baru 50 meter dari rumah jam tangan sudah berbunyi, artinya tepat waktu ashar, jadilah kami jalan terburu buru mengejar iqamat dan sekaligus serasa dikejar guyuran hujan. Ada rasa bahagia di hati, bahagia rasanya setiap saat selalu membersamai anak anak mengejar waktu shalat, mengejar iqamah, bagi saya ini nikmat yang tak terkira (terima kasih suamiku dulu melarang istrinya kerja ternyata setelah 7 tahun baru terasa nikmat...