Catatan shalat (2)
(Success story)
Tiddit tiddit tiddit suara wekker yang mereka nyalakan berbunyi tepat di jam 14.30.
Konon katanya dua anak ini mau lebih cepat kemesjid dan bangun bobo siang lebih awal biar bisa main dulu๐๐ Teori dan kenyataan memang seringkali gak sesuai, realitanya tetap saja bangun mepet ke adzan๐๐
Umi: Naak ayo bangun, bentar lagi adzan, ayo nak kita jalan kaki aja, soalnya hujan nih, kita gak punya mantel hujan,
Auf: ya mi, hossh hosshhh dua anak buru buru nyari baju shalat dan tas ngaji buat ke mesjid. Baru 50 meter dari rumah jam tangan sudah berbunyi, artinya tepat waktu ashar, jadilah kami jalan terburu buru mengejar iqamat dan sekaligus serasa dikejar guyuran hujan.
Ada rasa bahagia di hati, bahagia rasanya setiap saat selalu membersamai anak anak mengejar waktu shalat, mengejar iqamah, bagi saya ini nikmat yang tak terkira (terima kasih suamiku dulu melarang istrinya kerja ternyata setelah 7 tahun baru terasa nikmatnya).
Rasa yang tak bisa dilukiskan... Dan bagi saya pribadi saya merasa sukses ketika saya berhasil mengantar dan membersamai anak anak shalat 5 waktu berjamaah di mesjid, beneran butuh perjuangan karena jarak juga tidak bisa dibilang dekat meski untuk urusan shalat ke mesjid gak ada kaitannya antara jarak dengan istiqomahnya datang kemesjid, tapi tetap saja lain rasanya ketika rumah itu jauh.
maka dari itu Allah memberi pahala pada setiap langkah langkah hambaNya menuju mesjid๐๐๐๐ Singkat cerita (eh panjang ya๐๐) setelah ber hoosshh hosshh sampailah kami didepan mesjid TEPAT saat iqamah, dan ya Allah senaang sekali rasanya๐๐๐๐๐ Perjuangan berjalan kaki 15 menit terbayar sudah Terbayar sudah rasa lelah ini.
Semoga Allah melihat dan memberkahi usaha kita ya nak, Hari ini kita bisa, hari ini kita sukses, yukss mari besok dan besoknya lagi kita bisa mengulang kesuksesan ini, terus dan terus hingga malaikat sibuk mencatat amal kalian๐ Hingga tak ada waktu tersisa untuk bermaksiat hingga tak ada waktu bergunjing karena sibuk mengejar waktu shalat
Balam 28 agustus 2017
๐Catatan umi ratna, teringat suasana di mekah dan madinah yang dari waktu kewaktu hanya mengejar waktu shalat ๐
(Success story)
Tiddit tiddit tiddit suara wekker yang mereka nyalakan berbunyi tepat di jam 14.30.
Konon katanya dua anak ini mau lebih cepat kemesjid dan bangun bobo siang lebih awal biar bisa main dulu๐๐ Teori dan kenyataan memang seringkali gak sesuai, realitanya tetap saja bangun mepet ke adzan๐๐
Umi: Naak ayo bangun, bentar lagi adzan, ayo nak kita jalan kaki aja, soalnya hujan nih, kita gak punya mantel hujan,
Auf: ya mi, hossh hosshhh dua anak buru buru nyari baju shalat dan tas ngaji buat ke mesjid. Baru 50 meter dari rumah jam tangan sudah berbunyi, artinya tepat waktu ashar, jadilah kami jalan terburu buru mengejar iqamat dan sekaligus serasa dikejar guyuran hujan.
Ada rasa bahagia di hati, bahagia rasanya setiap saat selalu membersamai anak anak mengejar waktu shalat, mengejar iqamah, bagi saya ini nikmat yang tak terkira (terima kasih suamiku dulu melarang istrinya kerja ternyata setelah 7 tahun baru terasa nikmatnya).
Rasa yang tak bisa dilukiskan... Dan bagi saya pribadi saya merasa sukses ketika saya berhasil mengantar dan membersamai anak anak shalat 5 waktu berjamaah di mesjid, beneran butuh perjuangan karena jarak juga tidak bisa dibilang dekat meski untuk urusan shalat ke mesjid gak ada kaitannya antara jarak dengan istiqomahnya datang kemesjid, tapi tetap saja lain rasanya ketika rumah itu jauh.
maka dari itu Allah memberi pahala pada setiap langkah langkah hambaNya menuju mesjid๐๐๐๐ Singkat cerita (eh panjang ya๐๐) setelah ber hoosshh hosshh sampailah kami didepan mesjid TEPAT saat iqamah, dan ya Allah senaang sekali rasanya๐๐๐๐๐ Perjuangan berjalan kaki 15 menit terbayar sudah Terbayar sudah rasa lelah ini.
Semoga Allah melihat dan memberkahi usaha kita ya nak, Hari ini kita bisa, hari ini kita sukses, yukss mari besok dan besoknya lagi kita bisa mengulang kesuksesan ini, terus dan terus hingga malaikat sibuk mencatat amal kalian๐ Hingga tak ada waktu tersisa untuk bermaksiat hingga tak ada waktu bergunjing karena sibuk mengejar waktu shalat
Balam 28 agustus 2017
๐Catatan umi ratna, teringat suasana di mekah dan madinah yang dari waktu kewaktu hanya mengejar waktu shalat ๐

Komentar
Posting Komentar