Homeschooling kami Setiap keluarga HS pasti berbeda pelaksanannya. Tidak ada yang benar benar mirip. Disamping memang setiap anak itu kemampuannya berbeda, kecepatan belajarnya berbeda lalu style dan kreatifitas orang tuanyapun berbeda ditambah yang utama visi dan misi setiap keluarga itu tidak sama. Jadi itulah kenapa kalau ditanya kurikulumnya bagaimana dan ad yang minta diajari saya suka bingung hehehe. Mengenai kurikulum, kurikulum kami adalah alquran dan fitrah base education. Kurikulum ini kami turunkan dari visi misi kami Visi kami (dan seharusnya ini adalah visi setiap keluarga muslim) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً “ Wahai orang-orang beriman, lindungilah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka ” (terj. Qs. At-Tahrim ayat 6). Yupss visi kami adalah BERTEMU DISYURGA lalu misi kami, kami ingin menjadi keluarga enterpreneur saat ini baru ada satu usaha, belum merambah pada usaha lainnya. Sayapun disini belum punya peran, peran...
FIGUR figur bagi anak laki laki adalah ayahnya. Figur bagi anak perempuan adalah ibunya. Figur inilah yang saya baca membuat sosok nabi yusuf ketika hendak di ajak berzina oleh zulaikha sosok ayah muncul dibenak sang nabi. Figur ayah pula yang membuat nabi ismail begitu taat pada ayahnya hingga saat pertama kali bertemu perintah Allah yang nampak mustahilpun beliau sanggupi. Figur itu di zaman sekarang hampir punah.. sosok keayahan semakin pudar ditambah long distance dengan sang ayah membuat para ayah bak mesin ATM yang harus siap di gesek kapanpun😢. Lalu bagaimana membangun figur seorang ayah dimata anak anaknya? Saya mau berbagi tipsnya tapi tentu dari sudut pandang seorang istri. Kenapa? Agar bisa langsung kita praktekan tanpa menunggu suami bereaksi lebih dulu. Biarlah Allah yang menggerakan hati beliau, saya serius. Kalau saya menulis dari sudut pandang laki laki malah bertengkar 🤗🤗 Jadi, tipsnya adalah 1. bangun ketaatan kita semaksimal mungkin pada suami ...