Homeschooling
Ketika mendengar kata ini apa yang terbayang? Mungkin mendengarnya kurang lebih artinya begini "sekolah dirumah" atau "sekolahnya pindah kerumah" hehe.
Awal awal menjalani jujur iyaaa. Melihat panjangnya jalur sekolah formal yang ditempuh serta beberapa kurikulum yang menurut keluarga kami kurang efektif maka kamipun mengambil keputusan homeschooling.
Ternyata setelah berjalan beberapa waktu kami punya kesimpulan sendiri tentang HS, kami sih lebih suka menyebutnya homeeducation, pendidikan dirumah.
Pendidikan dirumah atau biasa disebut homeschooling tidak terbatas pada memindahkan pelajaran sekolah kerumah semacam matematika, kimia, fisika, ppkn dan sebagainya. Ada banyak hal yang butuh dipelajari anak anak dirumah lewat orang tunya.
Diantara yang sangat penting adalah
Adab
Akidah
Alquran (sebenarnya mencakup dua diatas sih)
Kedisiplinan
Keuletan
Daya juang
Empati
Baru keilmuan yang beririsan dengan passionnya.
Jadi, passion yang sekarang banyak di kejar orang sebagai minat bakat hanyalah salah satu cabang saja dalam pendidikan rumah kami.
Yang paling susah adalah adab dan akidah. Mengenai inipun kami harus berjuang. Kami sebagai orang tuanya pun tentu bukan sosok yang sempurna, tapi kami mengakui itu didepan anak anak. Maka kamipun belajar bersama sama dengan mereka, memperbaiki diri kami sendiri. Dan qadarullah ketika kami berusaha berbenah Allah kasih hadiah perubahan pada diri anak anak yang mungkin terinspirasi dari perubahan kami.
Sungguh, bagi saya pendidikan rumah adalah karunia dari Allah bagi kami. Allah kuatkan kaki kami hingga kamipun mampu bangkit diantara periode jatuh, lelah, dan sejumlah episode pendidikan rumah lainnya.
Dimata saya pendidikan rumah adalah jawaban dari adab akhir zaman yang mulai hilang. Pendidikan rumah juga bisa memangkas proses pencarian misi hidup anak anak karena secara ruang waktu mereka lebih banyak dibanding disekolah.
Apakah itu misi hidup? Misi hidup adalah jalan yang telah Allah gariskan untuk manusia. Manusia Allah utus sebagai khalifah dibumi. Dan agama islam ini bagaikan sebuah bangunan yang indah, material penyusunnya tentu banyak, pasir, kerikil, semen, batu bata, cat, jendela, pintu, tembok, dll. Nah, tidak semua manusia ditakdirkan menjadi kerikil misalnya, atau menjadi pasir misalnya.
Kami ingin anak anak menjadi anak anak sholih dengan akidah kuat, adab yang mempesona serta misi hidup yang jelas dan dengan misinya ummat ini terbantu (muslih)
Jawabannya insya Allah lewat pendidikan dirumah.
Ratna rostiawati
Ketika mendengar kata ini apa yang terbayang? Mungkin mendengarnya kurang lebih artinya begini "sekolah dirumah" atau "sekolahnya pindah kerumah" hehe.
Awal awal menjalani jujur iyaaa. Melihat panjangnya jalur sekolah formal yang ditempuh serta beberapa kurikulum yang menurut keluarga kami kurang efektif maka kamipun mengambil keputusan homeschooling.
Ternyata setelah berjalan beberapa waktu kami punya kesimpulan sendiri tentang HS, kami sih lebih suka menyebutnya homeeducation, pendidikan dirumah.
Pendidikan dirumah atau biasa disebut homeschooling tidak terbatas pada memindahkan pelajaran sekolah kerumah semacam matematika, kimia, fisika, ppkn dan sebagainya. Ada banyak hal yang butuh dipelajari anak anak dirumah lewat orang tunya.
Diantara yang sangat penting adalah
Adab
Akidah
Alquran (sebenarnya mencakup dua diatas sih)
Kedisiplinan
Keuletan
Daya juang
Empati
Baru keilmuan yang beririsan dengan passionnya.
Jadi, passion yang sekarang banyak di kejar orang sebagai minat bakat hanyalah salah satu cabang saja dalam pendidikan rumah kami.
Yang paling susah adalah adab dan akidah. Mengenai inipun kami harus berjuang. Kami sebagai orang tuanya pun tentu bukan sosok yang sempurna, tapi kami mengakui itu didepan anak anak. Maka kamipun belajar bersama sama dengan mereka, memperbaiki diri kami sendiri. Dan qadarullah ketika kami berusaha berbenah Allah kasih hadiah perubahan pada diri anak anak yang mungkin terinspirasi dari perubahan kami.
Sungguh, bagi saya pendidikan rumah adalah karunia dari Allah bagi kami. Allah kuatkan kaki kami hingga kamipun mampu bangkit diantara periode jatuh, lelah, dan sejumlah episode pendidikan rumah lainnya.
Dimata saya pendidikan rumah adalah jawaban dari adab akhir zaman yang mulai hilang. Pendidikan rumah juga bisa memangkas proses pencarian misi hidup anak anak karena secara ruang waktu mereka lebih banyak dibanding disekolah.
Apakah itu misi hidup? Misi hidup adalah jalan yang telah Allah gariskan untuk manusia. Manusia Allah utus sebagai khalifah dibumi. Dan agama islam ini bagaikan sebuah bangunan yang indah, material penyusunnya tentu banyak, pasir, kerikil, semen, batu bata, cat, jendela, pintu, tembok, dll. Nah, tidak semua manusia ditakdirkan menjadi kerikil misalnya, atau menjadi pasir misalnya.
Kami ingin anak anak menjadi anak anak sholih dengan akidah kuat, adab yang mempesona serta misi hidup yang jelas dan dengan misinya ummat ini terbantu (muslih)
Jawabannya insya Allah lewat pendidikan dirumah.
Ratna rostiawati

Komentar
Posting Komentar